Assalamu Alaikum Wr.Wb.
MARHABAN YA RAMADHAN
1439 H/2018
Kami mewakili segenap Pengurus Masjid Al Hidayah Kepanjen Kec:Pace Kab:Nganjuk.
Wahai saudara-saudaraku yang beriman ingatlah jaga kesehatan kalian agar kalian bisa melakukan ibadah dengan maximal di bulan suci ini Karena banyak umat yg menklem dirinya orang islam tapi....nyatanya untuk melakukan ibadah puasa ini jarang bisa melakukanya tanpa ijin ALLAH Swt.Maka nya orang yg bisa melakukan ibadah puasa kali ini benar benar atas ijinya kecuali bagi yg berhalanggan bagi wanita beriman.Berbahagialah bagi mereka yg bisa melakukan ibadah puasa saat sekarang.
Kali ini untuk memotifasi tentang puasa kita di bulan suci ini maka kami sengaja menulis suatu catatan kecil guna :
Penyemangat agar kita bisa atau mau melakukan ibadah di bulan suci Romadhan saat sekarang dengan maximal dan penuh keiklasan kawan.
yuk kita baca dan merenungkan kawan:
Wahai saudara-saudaraku di manapun kalian berada
ingatlah.....
MARHABAN YA RAMADHAN
1439 H/2018
Kami mewakili segenap Pengurus Masjid Al Hidayah Kepanjen Kec:Pace Kab:Nganjuk.
Inggin mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN 1439 H /2018.
Kepada segenap umat islam diseluruh belahan dunia di mana pun mereka berada dan
Tidak lupa pula kepada umat islam jamaah Masjid Al Hidayah kepanjen pace Nganjuk dimanapun kalian berada, juga kami ucapkan MARHABAN YA RAMADHAN
1439H/2018
Insya Allah di bulan suci ini kita diRidhoi oleh Allah Swt semuanya,Amin ya Rabby.
Sehingga kita bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan sehat wal afiat dan bisa melakukan ibadah puasa atau Sholat Tarawih dimasjid -masjid atau surau -surau yg dekat dengan kita dan bisa berjalan dengan lancar sebulan penuh.amin.Wahai saudara-saudaraku yang beriman ingatlah jaga kesehatan kalian agar kalian bisa melakukan ibadah dengan maximal di bulan suci ini Karena banyak umat yg menklem dirinya orang islam tapi....nyatanya untuk melakukan ibadah puasa ini jarang bisa melakukanya tanpa ijin ALLAH Swt.Maka nya orang yg bisa melakukan ibadah puasa kali ini benar benar atas ijinya kecuali bagi yg berhalanggan bagi wanita beriman.Berbahagialah bagi mereka yg bisa melakukan ibadah puasa saat sekarang.
Kali ini untuk memotifasi tentang puasa kita di bulan suci ini maka kami sengaja menulis suatu catatan kecil guna :
Penyemangat agar kita bisa atau mau melakukan ibadah di bulan suci Romadhan saat sekarang dengan maximal dan penuh keiklasan kawan.
yuk kita baca dan merenungkan kawan:
Wahai saudara-saudaraku di manapun kalian berada
ingatlah.....
KETIKA Baginda Agung Nabi Muhammad Saw bersabda,
“Puasa itu setengahnya sabar,” (HR. Imam At-Tirmidzy) kemudian dilanjutkan dengan sabda lainnya yang menegaskan,
“Sabar itu setengahnya iman,”
(HR. Imam Al-Khathib dan Imam Abi Nu’aim);
disini berarti sesungguhnya hasil gabungan
dua hadits di atas adalah:
“Puasa itu seperempatnya iman.”
Selain sabagai mozaik iman yang berbobot, pahala puasa itu merupakan langsung dibalas oleh Allah Swt tanpa perantara siapapun...ALLAHU AKBAR.
sehingga balasan rukun Islam yang satu ini tidak ada yang tahu selain-Nya,Allahu Akbar.
sehingga balasan rukun Islam yang satu ini tidak ada yang tahu selain-Nya,Allahu Akbar.
disaat setiap ibadah kebajikan biasa ini bisa Allah lipat
gandakan pahalanya mulai dari 10 hingga 700 kali lipat.
Lalu bagaimana dengan pahala puasa?
Sekali lagi, pahala puasa
benar-benar melintas di luar batas prediksi hitungan hisab ibadah biasa,lainya dan pridiksi otak n akal manusia degan teori matematekanya.
sebab,
“puasa itu hanya untuk-Ku dan Akulah yang kelak membalasnya,”
ujar hadits Qudsi
muttafaq ‘alaih riwayat Sahabat Abu Hurairah (w. 59 H/602-679 M).
Dan karena puasa mampu melejetikan/mengolah setengah potensi rasa
kesabaran dalam diri kita,
Allah pun telah berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan
pahala mereka tanpa batas.” (QS: Az-Zumar: 10)
إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan Allah senantiasa bersama mereka yang selalu besabar.”(QS:
Al-Baqarah ayat 153 dan Al-Anfal ayat 47).
Tanda Puasa
Cukuplah untuk mengetahui keutamaan puasa:
Ketika Nabi Saw.sampai beliau bersumpah bahwa aroma mulut seorang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah
ketimbang harumnya misik,
dan bahkan Allah telah memberikan fasilitas khusus
bagi mereka yang rajin berpuasa;
kelak mereka masuk surga dan bersama dengan-Nya.
via(VIP) pintu yang tak bisa dilintasi oleh selain mereka, pintu spesial ini bernama
“Ar-Rayyan.”
Allahu AKbar.
Jangan heran, Rasul pun pernah bersabda kepada para Sahabatnya
bahwa hanya bagi orang berpuasalah diperoleh dua kebahagiaan; kebahagiaan saat
berbuka puasanya, dan kebahagiaan disaat bertemu Tuhannya.
Dan ketika hadits yang mengupas tentang aroma bau mulut dari orang berpuasa, kemudian pintu spesial
“Ar-Rayyan”, dan dua kebahagiaan orang yang berpuasa ini.
semuanya adalah : hadits-hadist shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. bro.....
semuanya adalah : hadits-hadist shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. bro.....
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman;
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang
indah dipandang, sebagai balasan bagi mereka atas apa yang mereka amalkan.”
(QS. As- Sajdah [32]: 17).
Ada yang manafsiri bahwa yang mereka amalkan adalah puasa. Dan
memang layak pahala puasa sedemikian bunafitnya/istimewa, sebab puasa
sebagaimana yang
telah disinggung diatas- langsung disalurkan ke haribaan Allah Subhanahu
Wata’ala, berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya.
Di sini layak juga dipertanyakan, apa yang membedakan ibadah
puasa dengan yang lainnya, padahal semua ibadah lainnya pun akan dikembalikan
ke Allah Subhanahu Wata’ala?
Pertama, Al-Ghazali menjawab puasa itu sama halnya dengan
masjidil Haram yang secara langsung diberi gelar “Rumah -milik- Allah”
(Baitullah), padahal toh semua permukaan bumi ini sebenarnya milik-Nya pula.
Kedua, ada dua faktor nalar /akal bermakna yang hanya dimiliki ibadah
puasa;
a. Bahwa puasa itu sebuah sikap ketahanan diri dan pengabaian,
di dalamnya ada rahasia (sirr).
yang tak terdapat di ibadah lainnya yang tak bisa terlihat.
Seluruh amal ketaatan (lainnya) bisa tersaksikan makhluk hidup
ciptaan-Nya dan terlihat,
tidak dengan puasa. Hanya Allah semata yang bisa
melihatnya.
Itu karena, sekali lagi, puasa merupakan amal ibadah batin dengan
memfungsikan kesabaran yang menjernihkanya
b. Bahwa puasa itu pengekang musuh Allah, sebab jalur Setan
(menggoda manusia) hanya melalui syahwat. Sedang syahwat hanya bisa diperkuat
dengan makan-minum. Oleh karena itu,
Baginda Nabi Muhammad Saw pernah mengingatkan
kita,
“Sesungguhnya Setan berjalan melalui aliran darah Ibn Adam, maka
persempitlah kalian jalur-jalurnya dengan lapar!” (HR. Muttafaq ‘alaih)
c.Bahwa puasa itu juga NURULLAH.Nur-NYA Allah akan terpancar pada diri manusia beriman yang mampu melakukan puasa dengan iklas dan diridhoi Allah Swt.
dengan Nur NYA Allah inilah puasa itu bisa jadi benteng /perisai bagi orang beriman yang mau melakukanya dengan iklas.baik perisai lahiriyah/bathiniyah atau perisai jasmaniah/Ruhaniyah.Dan semua itu di dasari atas keyakinan niat yang positif dari orang orang beriman dalam beribadah.
c.Bahwa puasa itu juga NURULLAH.Nur-NYA Allah akan terpancar pada diri manusia beriman yang mampu melakukan puasa dengan iklas dan diridhoi Allah Swt.
dengan Nur NYA Allah inilah puasa itu bisa jadi benteng /perisai bagi orang beriman yang mau melakukanya dengan iklas.baik perisai lahiriyah/bathiniyah atau perisai jasmaniah/Ruhaniyah.Dan semua itu di dasari atas keyakinan niat yang positif dari orang orang beriman dalam beribadah.
Masih
mengenai puasa yang melemahkan syahwat dengan rasa lapar, suatu hari Rasulullah
Saw berpetuah kepada Siti ‘Aisyah (w. 58 H/613-678 M),
“Kebiasaanku telah
mengetuk pintu surga.” Istri tercinta pun bertanya, “Dengan apa, wahai Baginda
Rasul?” “Dengan lapar,” jawab sang Rasul. Paham bro.
Jadi, ketika puasa khususnya mampu mengekang Setan, menyumbat
jalur-jalurnya, dan mempersempit lintasan-lintasannya,
maka sungguh pantaslah
ibadah ini, Allah spesialkan dengan menasbihkan puasa hanya untuk dan milik-Nya.
Sebab hanya dengan mengekang musuh-Nya, pembelaan terhadap (agama) Allah
terwujud, dan hamba yang membela (agama) Allah pasti akan ditolong-Nya. Allah
berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah,
niscaya Dia menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (Q.S Muhammad:
7).
Jadi, permulaan itu dengan kesungguhan perjuangan dari diri
seorang hamba, dan pasti akan dibalas dengan sebuah petunjuk (hidayah) dari
Allah ‘Azza wa Jalla.Amin.
Oleh sebab itu, Allah berjanji,
“Dan orang-orang yang
berjuang demi (mencari keridhaan) Kami, niscaya benar-benar akan Kami tunjukkan
kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Q.S. Al-Ankabut : 69).
Allah Subhanahu Wata’ala juga pernah menegaskan;
Allah Subhanahu Wata’ala juga pernah menegaskan;
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali
kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’d:11)
Sedangkan perubahan (ke arah lebih buruk) hanya bisa terjadi
dengan memperbanyak syahwat, di sinilah ladang ketenteraman para setan dan
tempat mereka berjaga.
Selagi ladang syahwat ini makin subur, maka godaan
mereka takkan pernah terhenti. Dan selagi mereka selalu menggoda, maka
keagungan Allah Subhanahu Wata’ala takkan pernah tersibak di pelupuk mata hati
seorang hamba, ia terhijab dari menemui-Nya.
Rasulullah Subhanahu Wata’ala pernah menyayangkan hal ini dengan
bersabda,
“Andai saja para setan itu tak mampu mengitari hati manusia, niscaya
manusia pasti bisa mengamati kerajaan langit.” (HR. Imam Ahmad bin Hanbal)
Maka dari semua uraian diatas, tampaklah dengan jelas bahwa
puasa merupakan pintunya ibadah menuju taman keimanan yang hakiki, sekaligus
merupakan perisai seorang beriman agar senantiasa bertakwa kepada Tuhannya dan
mampu mengekang kekuatan syahwat hingga Setan pun tak lagi mampu mengitari hati
kita yang berpuasa. Dan diatas semuanya, hanya Allah semata yang tahu seberapa
besar agungnya pahala berpuasa.
Semoga kita bisa memuasakan batin kita, selain juga jasmaninya! Wallahu
a’lam.*
Walaikum salam wr.wb.
Sumber:
Sumber:
masjidalhidayahkepanjenpacenganjuk.blogspot.co.id
Kitab Asrarush Shaum, Ihya` ‘Ulumiddin karya Hujjatil Islam wal Muslimin, Al
Imam Muhammad bin Muhammad, Abu Hamid Al-Ghazali (450-505
H)
by:Marwan Nganjuk.



Komentar
Posting Komentar